5 Istilah yang Sering di Gunakan dalam Otomotif

5 Istilah yang Sering di Gunakan dalam Otomotif – Mobil memiliki bahasa tersendiri. Istilah-istilah otomotif yang digunakan untuk mendeskripsikan mobil terkadang membingungkan, seperti mesin yang menjalankan mobil. Tenang saja, Anda tidak perlu mengetahui setiap istilah dalam kamus mobil untuk memahaminya, tapi mengetahui beberapa istilah otomotif tentunya pastinya berguna. Terutama untuk melakukan perawatan pada mobil.Selain itu, mengetahui istilah-istilah otomotof ini membantumu untuk memahami mesin mobilmu dengan lebih baik, atau jika Anda ingin membeli atau menjual mobil, Anda tidak akan merasa bingung saat si penjual menjelaskan detail-detailnya padamu.

5 Istilah yang Sering di Gunakan dalam Otomotif

Nomor Rangka Kendaraan

Pada umumnya, setiap mobil memiliki nomor identifikasi kendaraan atau NIK yang unik. Nomor ini terdiri atas 17 karakter, memadukan huruf dan angka serta dianggap sebagai akta kelahiran mobil tersebut. NIK menyimpan banyak informasi seperti catatan sejarah mobil, variasi serta model mobil, lokasi pembuatannya, spesifikasinya, dan banyak lagi. Nomor ini bisa ditemukan di berbagai bagian mobil yang berbeda seperti pintu pengemudi, dasbor, dan di bawah kursi penumpang depan.

Baca Juga: 5 Jenis Mobil Listrik dengan Model Keluaran Baru

Coolant (Pendingin)

Coolant atau pendingin memastikan kalau mesin mobilmu tidak terlalu panas selama musim panas dan tidak beku saat musim dingin, yang bisa menyebabkan kerusakan parah pada mesin (dan memakan biaya yang lebih besar). Coolant juga dikenal sebagai anti beku, yaitu kombinasi rajasgptoto etilen glikol dan air yang perlu diganti karena bahan kimia di dalamnya rusak dan menjadi kurang efektif seiring berjalannya waktu. Jika Anda tidak mengganti coolant, kerusakan yang terjadi mencakup kebocoran, merusak sistem pendingin mobil dan risiko mesin menjadi terlalu panas.

Rem

Fungsi dari rem mobil pastinya tidak perlu dijelaskan lagi. Bagian ini berfungsi untuk memperlambat laju mobil sehingga mobil dapat berhenti dengan aman dan untuk mencegah tabrakan. Pada umumnya, bantalan rem bisa bertahan setidaknya 80.000 kilometer. Tapi, efisiensi rem juga bergantung pada gaya mengemudi, lokasi, frekuensi mengemudi, dan beberapa faktor lainnya. Beberapa model mobil memiliki sensor dan sinyal yang akan mengingatkan si pengemudi jika sudah waktunya untuk mengganti bantalan rem. Jika mobilmu tidak memiliki fitur tersebut, Anda juga bisa mengetahui kapan harus mengganti bantalan rem berdasarkan beberapa pertanda seperti munculnya suara yang aneh dari rem atau memeriksa bantalan rem di sisi pelek.

DBW (Drive by Wire)

Teknologi DBW atau Drive by Wire merupakan salah satu teknologi yang dinilai cukup modern karena tidak lagi menggunakan kawat gas. Teknologi DBW sendiri juga dikenal dengan istilah TAC (Throttle Actuator Control) yang bertujuan untuk menggantikan penggunaan kawat gas konvensional dengan menggunakan elektrik.

DBW bekerja dengan memanfaatkan motor yang terletak di bagian throttle body yang nantinya akan bergerak dan membuka serta menutup katup gas. Kemudian, pada pangkal pedal gas terdapat APP Sensor yang akan mendeteksi berapa sudut penekanan pedal yang hasilnya akan dikirimkan ke ECM untuk membuka katup gas sesuai dengan input.

Bore Up & Stroke Up

Bore Up merupakan istilah otomotif yang biasa digunakan saat proses memperbesar ukuran piston pada mesin mobil. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mesin agar performa kendaraan ikut meningkat.Sementara Stroke Up merupakan istilah yang digunakan saat proses memperpanjang langkah piston dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas mesin demi peningkatan performa mobil secara keseluruhan.